10 Contoh Kalimat Aktif dan Pasif yang Wajib Anda Ketahui!

10 Contoh Kalimat Aktif dan Pasif yang Wajib Anda Ketahui!

Ada dua jenis kalimat dalam bahasa Indonesia yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Kalimat aktif digunakan ketika subjek dari kalimat tersebut melakukan tindakan, sedangkan kalimat pasif digunakan ketika subjek dari kalimat tersebut menerima tindakan. Dalam artikel ini, akan diberikan contoh kalimat aktif dan pasif beserta penjelasannya.

Kalimat Aktif

Kalimat aktif merupakan jenis kalimat di mana subjek dari kalimat tersebut menjadi pelaku tindakan. Kalimat aktif umumnya lebih jelas dan mudah dipahami daripada kalimat pasif. Berikut adalah contoh kalimat aktif beserta penjelasannya:

  1. Saya membaca buku
  2. Kalimat ini merupakan contoh kalimat aktif di mana subjek (saya) melakukan tindakan (membaca) terhadap objek (buku).

  3. Ani memasak nasi goreng
  4. Contoh kalimat aktif lainnya di mana subjek (Ani) melakukan tindakan (memasak) terhadap objek (nasi goreng).

  5. Kucing itu mengejar tikus
  6. Di sini, subjek (kucing itu) melakukan tindakan (mengejar) terhadap objek (tikus).

Kalimat Pasif

Kalimat pasif digunakan ketika subjek dari kalimat tersebut menerima tindakan. Kalimat pasif sering digunakan untuk menekankan objek daripada pelaku tindakan. Berikut adalah contoh kalimat pasif beserta penjelasannya:

  1. Buku itu dibaca oleh saya
  2. Kalimat ini merupakan contoh kalimat pasif di mana objek (buku) menerima tindakan (dibaca) dari pelaku (saya).

  3. Nasi goreng dimasak oleh Ani
  4. Di sini, objek (nasi goreng) menerima tindakan (dimasak) dari pelaku (Ani).

  5. Tikus itu dikejar oleh kucing
  6. Kalimat ini juga merupakan kalimat pasif di mana objek (tikus) menerima tindakan (dikejar) dari pelaku (kucing).

Perbedaan Antara Kalimat Aktif Dan Pasif

Perbedaan antara kalimat aktif dan pasif dapat dilihat dari segi struktur kalimat maupun penekanannya. Berikut adalah poin-poin perbedaan antara keduanya:

  1. Subjek dan objek
  2. Pada kalimat aktif, subjek berada di awal kalimat dan menjadi pelaku tindakan terhadap objek. Sedangkan pada kalimat pasif, objek yang ditekankan dan subjek menerima tindakan.

  3. Penekanan
  4. Kalimat aktif cenderung lebih langsung dan jelas dalam penekanannya terhadap subjek sebagai pelaku tindakan. Sementara kalimat pasif lebih menekankan pada objek yang menerima tindakan.

  5. Kelancaran membaca
  6. Umumnya, kalimat aktif lebih mudah dipahami dan lancar dibaca dibandingkan dengan kalimat pasif karena struktur kalimat yang lebih langsung.

Kapan Menggunakan Kalimat Aktif Dan Pasif

Ada beberapa situasi di mana lebih tepat menggunakan kalimat aktif dan kalimat pasif. Berikut adalah contoh penggunaannya:

  1. Kalimat Aktif
  2. – Ketika ingin menekankan pelaku tindakan yang jelas

    – Saat menyampaikan informasi dengan cara yang langsung dan efektif

  3. Kalimat Pasif
  4. – Untuk menekankan objek yang penting dari sebuah tindakan

    – Ketika pelaku tindakan tidak diketahui atau tidak relevan untuk disebutkan

Manfaat Menggunakan Kalimat Aktif Dan Pasif

Penggunaan kalimat aktif dan pasif memiliki manfaat masing-masing tergantung dari konteks penggunaannya. Berikut adalah beberapa manfaat menggunakan keduanya:

  1. Kalimat Aktif
  2. – Lebih jelas dan langsung dalam menyampaikan informasi

    – Menekankan pelaku tindakan yang lebih penting

    – Mempermudah pembaca untuk memahami isi kalimat

  3. Kalimat Pasif
  4. – Menekankan objek yang menerima tindakan

    – Membuat kalimat terdengar lebih formal dan sopan

    – Berguna dalam situasi di mana pelaku tindakan tidak relevan untuk disebutkan

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat aktif dan pasif memiliki perbedaan dalam hal penekanan subjek atau objek dari sebuah tindakan. Penggunaan keduanya tergantung dari konteks kalimat dan pesan yang ingin disampaikan. Penting untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai kedua jenis kalimat ini untuk mampu menyusun kalimat dengan benar dan efektif.