Ini Dia! Masa Demokrasi Terpimpin Dimulai Dengan Berlakunya!

Ini Dia! Masa Demokrasi Terpimpin Dimulai Dengan Berlakunya!

1. Latar Belakang Berlakunya Masa Demokrasi Terpimpin

Masa Demokrasi Terpimpin merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan periode kebijakan politik di Indonesia antara tahun 1966 hingga 1998. Hal ini dimulai dengan berlakunya Pembubaran PKI dan berakhir dengan Reformasi. Berlakunya Masa Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pidato yang disiarkan di radio tanggal 15 Februari 1957.

Pembubaran PKI sendiri terjadi setelah peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965. Kejadian ini menyebabkan terbunuhnya enam jenderal oleh anggota PKI dan anggota TNI yang pro-PKI. Kesalahan yang terjadi telah menyebabkan terjadinya pengaruh PKI yang besar di Indonesia serta mempercepatnya diakhiri oleh kekuasaan militer dengan Pembubaran PKI pada tanggal 27 Oktober 1965.

2. Karakteristik Masa Demokrasi Terpimpin

Masa Demokrasi Terpimpin memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari masa-masa sebelumnya maupun sesudahnya. Salah satunya adalah adanya pemerintahan yang dijalankan oleh “Dwifungsi ABRI” atau militer yang memiliki kedudukan ganda sebagai tentara yang juga memiliki peran dalam politik.

Selain itu, kebijakan ekonomi pada masa ini lebih didasarkan pada paham ekonomi kolektivisme dan nasionalisme, dengan adanya BUMN sebagai tulang punggung ekonomi negara. Di samping itu, pemerintahan Orde Baru juga menekankan pada pembangunan fisik melalui program pembangunan seperti Proyek Pancasila dan Pembangunan Monumen Nasional (Monas).

3. Dampak Berlakunya Masa Demokrasi Terpimpin

Masa Demokrasi Terpimpin memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia. Dalam bidang politik, kekuasaan militer yang dominan menyebabkan terbatasnya ruang gerak partai politik dan masyarakat dalam mengekspresikan pendapat politiknya. Hal ini terjadi karena adanya larangan terhadap partai politik yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan negara.

Dampak ekonomi dari Masa Demokrasi Terpimpin antara lain adalah adanya ketimpangan ekonomi yang semakin membesar akibat kebijakan ekonomi yang sentralistik dan lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur dibandingkan dengan redistribusi kekayaan dan pembangunan manusia. Selain itu, adanya praktik korupsi dan nepotisme juga semakin merajalela dan menjadi faktor penting yang memengaruhi perekonomian negara.

4. Perbandingan Masa Demokrasi Terpimpin dengan Masa Sebelumnya

Masa Demokrasi Terpimpin memiliki perbedaan yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, seperti Masa Revolusi atau Masa Demokrasi Liberal. Salah satu perbedaannya adalah dominasi militer dalam pemerintahan yang tidak terjadi pada masa sebelumnya. Pada masa Demokrasi Liberal misalnya, kekuasaan eksekutif lebih dipegang oleh presiden dan lembaga legislatif yang lebih independen.

Selain itu, dalam bidang ekonomi, Masa Demokrasi Terpimpin lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur dan industri nasional, sementara pada masa sebelumnya lebih menekankan pada pemulihan perekonomian pasca-Perang Dunia II. Dalam bidang politik, Masa Demokrasi Terpimpin lebih cenderung otoriter dan terpusat dibandingkan dengan masa sebelumnya yang lebih pluralis.

5. Akhir Masa Demokrasi Terpimpin dan Munculnya Reformasi

Masa Demokrasi Terpimpin diakhiri dengan jatuhnya Soeharto dari kekuasaan pada tahun 1998 setelah tekanan besar dari masyarakat dan mahasiswa yang menuntut perubahan. Reformasi menjadi momentum penting dalam sejarah politik Indonesia karena membawa perubahan besar dalam sistem pemerintahan dan tata kehidupan politik di Indonesia.

Reformasi diwarnai dengan reformasi politik, ekonomi, hukum, dan sosial yang bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Berlakunya Reformasi juga mengakhiri dominasi politik dan ekonomi orde lama yang telah terjadi sebelumnya.

6. Kesimpulan

Dalam konteks pembangunan politik Indonesia, Masa Demokrasi Terpimpin merupakan periode penting yang mempengaruhi arah dan kebijakan politik di Indonesia. Dengan berlakunya Pembubaran PKI dan dominasi politik militer, Indonesia mengalami perubahan yang signifikan dalam tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan sosial. Namun, dampak negatif dari kebijakan politik pada masa tersebut juga turut dirasakan oleh masyarakat, seperti keterbatasan kebebasan berpendapat dan penekanan terhadap partisipasi politik masyarakat.

Dengan berakhirnya Masa Demokrasi Terpimpin dan munculnya Reformasi, Indonesia kini mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam memperkuat sistem demokrasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Reformasi menjadi tonggak penting dalam sejarah politik Indonesia yang membawa harapan baru bagi terwujudnya demokrasi yang lebih baik dan berkualitas di masa depan.